Mataram, NTB – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat menjadikan pariwisata bahari sebagai ujung tombak pemulihan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja, dengan memanfaatkan ribuan pulau kecil dan keindahan terumbu karang yang tersebar. Strategi ini diharapkan lebih mengoptimalkan kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara ke NTB.
NTB memiliki lebih dari 401 pulau kecil dan 2 pulau besar, sehingga potensi wisata bawah laut menjadi modal besar. Keindahan destinasi seperti Gili Asahan (Lombok Barat), Gili Tramena (Lombok Utara), Gili Balu (Sumbawa Barat), kawasan Samota (Teluk Saleh, Pulau Moyo, hingga Tambor di Dompu), serta Pulau Sangeang (Bima) kini dijadikan ikon wisata bahari utama.
Destinasi lain seperti wisata hiu paus di Teluk Saleh juga terus dikembangkan. Potensi unik ini semakin mendorong pengembangan sektor perikanan dan pariwisata berkelanjutan, sekaligus menciptakan peluang ekonomi baru di sektor kreatif dan kelautan.
NTB menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029, yang menargetkan kontribusi pariwisata meningkat dari saat ini 11,64 persen menjadi minimal 12,60 persen pada 2029. Hal ini membuka ruang untuk sinergi antarsektor demi pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
Untuk memperkuat potensi ini, Dispar NTB bersama Bappeda gencar mengembangkan 10 kawasan pariwisata terintegrasi, menghubungkan destinasi seperti Gili Matra (Lombok Utara), Sekotong (Lombok Barat), Mandalika (Lombok Tengah), hingga sentra bahari di Sumbawa Barat.
Di sisi kebijakan, NTB juga menyusun konsep pariwisata berkualitas dan berkelanjutan, dijadwalkan rampung pada Juni 2025. Fokusnya: menjaga kelestarian alam sambil meningkatkan pendapatan daerah, melalui pendekatan yang smart, inklusif, dan ramah wisatawan.
Tak hanya wisata, sektor kelautan dan perikanan di NTB turut menyumbang ekonomi signifikan. Produksi laut seperti tuna, udang, dan kakap, serta komoditas seperti rumput laut, menjadi andalan ekspor domestik dan internasional. Pemerintah mendorong praktik berkelanjutan serta inovasi untuk memperkuat kemandirian komunitas pesisir.
Untuk memaksimalkan dampak ekonomi, NTB juga menggelar 58 event wisata di tahun 2025, termasuk MotoGP Mandalika, festival budaya, kuliner, tenun, olahraga, dan ekowisata. Semua dirancang untuk mentransformasi NTB menjadi destinasi pariwisata kelas dunia.
Dukungan promosi digital dan kalender event ini memperkuat brand NTB sebagai “World Class Tourism Destination”, sekaligus mempercepat pemulihan ekonomi lokal melalui sektor hospitality, UMKM, transportasi, dan layanan wisata.
Dengan langkah terintegrasi antara pariwisata bahari, infrastruktur pendukung, perikanan, dan event kreatif, NTB optimistis sektor ini menjadi penggerak ekonomi sekaligus branding strategis yang mampu memajukan kesejahteraan masyarakat secara luas.
Baca: Pulau Moyo Permata Terpencil di Sumbawa dengan Potensi Global