Fri. Aug 29th, 2025

Lombok Utara, NTB – Pemerintah Kabupaten Lombok Utara secara resmi mendeklarasikan daerahnya sebagai Destinasi Wisata Olahraga (Sport Tourism) untuk memperkuat potensi pariwisata sekaligus mendorong lahirnya atlet berprestasi.

Deklarasi ini disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga, H. Fauzan Fuad. Ia menyatakan bahwa program ini tak hanya soal prestasi, tapi juga memperkaya sumber PAD lewat pariwisata olahraga. Selama ini, sektor pariwisata menyumbang hampir 70 % pendapatan asli daerah KLU.

KLU memperkuat klaimnya dengan potensi geografis unik—memiliki garis pantai sepanjang 127 kilometer dan tiga pulau indah, yaitu Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air—yang ideal untuk dikembangkan menjadi arena olahraga, seperti beach volley, sepeda pantai, dan paralayang yang ramah wisata.

Inisiatif ini selaras dengan dinamika sport tourism nasional. Kementerian Pariwisata menyebut Lombok sebagai destinasi unggulan sport tourism setelah sukses menyelanggarakan Paragliding Accuracy World Cup 2025. Ajang internasional ini dihadiri puluhan atlet asing dan menjadi momentum memperkuat citra olahraga dan pariwisata Lombok.
Tak hanya di sektor atletik, pemerintah daerah juga merancang program sinergi lintas sektor. Misalnya, meluncurkan Kampanye Desa Wisata dan event seperti Coffeeland Fest di Pantai Sira, Desa Sigar Penjalin, yang mengajak partisipasi masyarakat desa untuk aktif membangun potensi lokal.

Bupati Lombok Utara, Najmul Akhyar, sekaligus menyuarakan dukungan dari Pemerintah Pusat. Ketika kunjungan kerja Wamenpora RI, Taufik Hidayat, difokuskan pada sport tourism, kabupaten ini menyampaikan kesiapan dan kebutuhan membangun fasilitas olahraga yang memadai, termasuk rencana pendirian sekolah olahraga untuk pembinaan atlet muda.

Wamenpora memberikan respons positif. Ia menegaskan bahwa olahraga adalah cara membangun karakter bangsa sekaligus memperkuat semangat kebangsaan. Dukungan Kemenpora diharapkan mempercepat transformasi KLU menjadi basis atletik dan wisata olahraga.

Pengembangan sport tourism di tiga Gili juga mendapat sorotan. Kunjungan wisatawan ke Gili Trawangan, Air, dan Meno terus meningkat, menyumbang hampir seluruh jumlah turis di KLU. Hal ini membuka peluang event olahraga air berkelanjutan sebagai magnet pariwisata baru.

Secara keseluruhan, langkah KLU mendeklarasikan diri sebagai Destinasi Wisata Olahraga tak hanya memperluas cakupan wisata, tapi mendorong sinergi budaya, ekonomi, dan prestasi olahraga. Dengan dukungan pemerintah pusat dan potensi lokal yang jelas, Lombok Utara siap bersaing sebagai destinasi masa depan.

Baca: Pemerintah Optimistis Raih 1 Juta Wisatawan Mancanegara pada Januari 2025

By Torri