Mataram, 18 Agustus 2025 – Pemerintah Kota Mataram resmi mengumumkan bahwa kegiatan Car Free Day (CFD) yang rutin digelar setiap Minggu di Jalan Udayana untuk sementara dihentikan pada 17 Agustus 2025. Keputusan ini diambil karena lokasi yang biasanya dipadati warga untuk berolahraga, akan difungsikan sebagai pusat pelaksanaan upacara peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia.
Penghentian sementara CFD tersebut diumumkan melalui surat edaran resmi dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Mataram yang disebarkan beberapa hari sebelum pelaksanaan. Langkah ini dilakukan agar masyarakat dapat mengarahkan perhatian penuh pada kegiatan upacara yang diikuti oleh pemerintah daerah, instansi vertikal, TNI-Polri, serta pelajar dari berbagai sekolah di Kota Mataram.
Wali Kota Mataram, Mohan Roliskana, menjelaskan bahwa momentum peringatan HUT ke-80 RI adalah momen sakral yang harus menjadi prioritas. Ia menegaskan CFD hanya dihentikan sementara selama satu minggu, dan akan kembali berjalan normal pada pekan berikutnya. Menurutnya, kebijakan ini diambil untuk menjaga khidmat jalannya upacara.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Mataram, M. Sadli, menambahkan bahwa penutupan sementara CFD juga dimaksudkan untuk mempermudah rekayasa lalu lintas. Pasalnya, sepanjang Jalan Udayana akan digunakan untuk upacara serta persiapan barisan peserta. Ia meminta masyarakat memaklumi kebijakan ini dan mengarahkan aktivitas olahraga ke lokasi lain.
Sejumlah warga Mataram menyambut kebijakan ini dengan pengertian. Mereka menilai upacara peringatan kemerdekaan memang lebih penting. Rina, seorang warga yang rutin bersepeda saat CFD, mengatakan dirinya akan tetap datang untuk menyaksikan upacara. Menurutnya, momen 17 Agustus selalu membawa semangat kebersamaan.
Tak hanya diikuti aparatur pemerintah, upacara HUT ke-80 RI di Mataram juga melibatkan ribuan pelajar dari tingkat SD hingga SMA. Mereka yang biasanya mengikuti lomba rakyat pada bulan Agustus, kali ini juga turut serta dalam barisan upacara. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat rasa nasionalisme generasi muda.
Dishub bersama Satlantas Polresta Mataram menyiapkan pengalihan arus lalu lintas di sekitar Jalan Udayana sejak pagi. Kendaraan dialihkan ke jalur alternatif seperti Jalan Pemuda dan Jalan Pejanggik. Hal ini untuk memastikan jalannya upacara berjalan lancar tanpa gangguan kendaraan bermotor yang biasanya masih melintas saat CFD.
Kegiatan CFD di Mataram sendiri sudah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat, terutama sejak pertama kali dilaksanakan lebih dari satu dekade lalu. Jalan Udayana setiap Minggu selalu dipadati warga yang berlari, bersepeda, atau sekadar menikmati suasana bebas kendaraan. Namun, penghentian sementara pada momen tertentu dianggap wajar.
Selain upacara, di sepanjang Jalan Udayana juga digelar atraksi budaya dan parade bendera yang menjadi bagian dari perayaan. Hal ini menjadikan momentum HUT RI tidak sekadar seremoni formal, tetapi juga pesta rakyat. Banyak masyarakat membawa keluarga untuk menyaksikan acara setelah upacara selesai.
Menurut panitia, lebih dari 5.000 orang menghadiri upacara tahun ini. Jumlah tersebut mencakup tamu undangan, peserta, dan masyarakat umum. Dengan massa sebanyak itu, jika CFD tetap dibuka maka akan terjadi penumpukan yang berpotensi mengganggu jalannya acara. Karena itu, keputusan penghentian CFD dinilai langkah tepat.
Setelah upacara selesai, masyarakat tetap bisa menikmati suasana meriah karena pemerintah menyiapkan panggung hiburan di Taman Sangkareang. Panggung ini menampilkan berbagai kesenian lokal, penampilan musik, hingga pembagian doorprize untuk masyarakat yang hadir. Acara ini menjadi bentuk apresiasi bagi warga yang mendukung kelancaran perayaan.
Wali Kota Mohan menegaskan bahwa penghentian CFD bukan berarti mengurangi kepedulian pemerintah pada kesehatan masyarakat. Justru ia berharap momentum ini bisa menjadi sarana menggabungkan nilai nasionalisme dengan gaya hidup sehat. Ia juga mengajak warga untuk terus berolahraga di lingkungan masing-masing meski CFD libur sehari.
Bagi pedagang kecil yang biasa membuka lapak saat CFD, pemerintah menyiapkan solusi. Mereka diberikan izin khusus berjualan di area sekitar Taman Sangkareang agar tetap bisa mendapatkan penghasilan. Pemerintah menekankan bahwa keberlangsungan ekonomi kecil juga menjadi perhatian dalam setiap kebijakan.
Secara keseluruhan, penghentian sementara CFD di Mataram saat peringatan HUT ke-80 RI menjadi wujud keseimbangan antara menjaga khidmat upacara kenegaraan dan mendukung gaya hidup sehat masyarakat. Keputusan ini disambut positif oleh warga yang menilai semangat kemerdekaan harus ditempatkan di atas kepentingan lain.
Dengan demikian, perayaan 17 Agustus 2025 di Kota Mataram tidak hanya berlangsung aman dan tertib, tetapi juga sarat makna. Jalan Udayana yang biasanya identik dengan olahraga, kali ini menjadi saksi upacara penuh khidmat, yang meneguhkan semangat kebersamaan warga dalam merayakan hari kemerdekaan Indonesia.
Baca: Program Nasional Tiga Juta Rumah Siap Dieksekusi