Jakarta – Pemerintah Indonesia menyambut awal 2025 dengan optimisme tinggi di sektor pariwisata. Kementerian Pariwisata mengumumkan capaian kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) mencapai 1 juta kunjungan pada Januari 2025, angka ini meningkat tajam 32% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyatakan bahwa capaian ini menjadi sinyal kuat bahwa target kunjungan mancanegara 14,6 hingga 16 juta wisatawan sepanjang tahun bisa tercapai. Ia optimis tren positif ini akan berlanjut.
Data Badan Pusat Statistik mencatat bahwa pada Januari-Februari 2025 saja, kunjungan wisman mencapai 1,89 juta, naik 13% dibanding tahun sebelumnya. Angka ini menjadi modal penting dalam mengejar target tahunan.
Pemerintah memperkirakan tren kenaikan ini diperkuat oleh upaya penurunan harga tiket pesawat domestik hingga 13–14%, strategi #MudikYuk, dan promosi destinasi lokal saat arus liburan Lebaran. Semua itu dinilai efektif menggaet wisatawan lebih banyak.
Menpar Widiyanti juga menyebut dalam 100 hari pertama pemerintahan, angka turis mancanegara secara akumulatif hingga akhir 2024 mencapai 13,9 juta kunjungan, lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya. Ini jadi tolok ukur keberlanjutan pariwisata nasional.
Peningkatan kunjungan juga berdampak pada ekonomi lokal. Pada kuartal IV-2024, wisnus mencapai 263,13 juta perjalanan, tumbuh 23,2%. Secara total, wisnus sepanjang 2024 tembus 1,021 miliar perjalanan, mendorong devisa dan penyerapan tenaga kerja sektor pariwisata.
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menambahkan bahwa pemerintah juga tengah menggarap destinasi baru sebagai alternatif Bali, seperti Lombok dan Labuan Bajo, sekaligus membahas fasilitas visa khusus untuk memperluas penetrasi pasar wisatawan.
Surat edaran meniara juga menyarankan pemerintah daerah memperkuat kesiapan destinasi inklusif, aman, dan ramah, terutama selama gelombang libur sekolah dan Lebaran, sebagai salah satu strategi mempertahankan momentum positif.
Dengan capaian Januari yang menggembirakan, pemerintah yakin bahwa target 1 juta kunjungan wisatawan per bulan dalam monitoring, misalnya, bukanlah sekadar angka — melainkan fondasi kuat menuju total 15 juta wisman pada akhir tahun 2025.
Baca: RSUD Mataram Luncurkan Layanan Bayi Tabung First-Class di Indonesia