Lombok, Nusa Tenggara Barat – Gunung Rinjani kembali menjadi magnet bagi para pendaki setelah jalurnya resmi dibuka oleh Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) pada awal pekan ini. Antusiasme luar biasa terlihat dari ribuan pendaki yang langsung memadati jalur pendakian sejak hari pertama pembukaan.
Pembukaan jalur ini dilakukan setelah penutupan sementara selama beberapa bulan karena kondisi cuaca ekstrem dan potensi bahaya longsor. Kini, dengan cuaca yang mulai bersahabat, pihak pengelola memastikan jalur pendakian aman dilalui dengan sejumlah perbaikan di titik rawan.
Kepala BTNGR, Dedy Asriadi, mengatakan bahwa pembukaan jalur pendakian dilakukan setelah melalui serangkaian pengecekan lapangan. “Kami memastikan kondisi jalur sudah aman dan memberikan panduan keselamatan yang ketat untuk pendaki,” ujarnya.
Sejak pagi buta, ratusan pendaki sudah terlihat mengantre di pintu masuk jalur Senaru dan Sembalun. Mereka datang dari berbagai daerah di Indonesia, bahkan ada yang berasal dari mancanegara seperti Australia, Jepang, dan Jerman.
Banyak pendaki mengaku sudah lama menantikan momen ini. Salah satunya, Andi, pendaki asal Surabaya, yang mengatakan bahwa Rinjani selalu menjadi destinasi impiannya setiap musim pendakian. “Begitu dengar dibuka, saya langsung booking tiket,” katanya.
Pihak pengelola menerapkan pembatasan jumlah pendaki per hari untuk menjaga kelestarian alam. Namun, tingginya minat membuat kuota pendakian terisi penuh untuk beberapa minggu ke depan.
Di jalur pendakian, pemandangan ramai tenda dan aktivitas para pendaki menjadi daya tarik tersendiri. Mereka memanfaatkan momen ini untuk menikmati keindahan savana, danau Segara Anak, serta puncak Rinjani yang terkenal menantang.
Selain pendaki berpengalaman, banyak juga pendaki pemula yang mencoba menaklukkan Rinjani. Untuk mereka, pihak pengelola menyediakan pemandu lokal dan porter berpengalaman demi memastikan keselamatan selama pendakian.
Ekonomi warga sekitar pun ikut terdongkrak. Penginapan, penyewaan peralatan, hingga warung makan di sekitar jalur pendakian mengalami lonjakan pengunjung sejak pembukaan jalur.
Ibu Sari, pemilik homestay di Sembalun, mengaku semua kamar sudah penuh dipesan. “Alhamdulillah, setelah sepi berbulan-bulan, sekarang tamu ramai lagi,” ujarnya sambil tersenyum.
Pihak BTNGR juga mengingatkan pendaki untuk tetap mematuhi aturan, seperti membawa kembali sampah, tidak merusak vegetasi, dan mematuhi jalur resmi. Kesadaran ini menjadi kunci untuk menjaga keindahan Rinjani tetap lestari.
Malam hari di Rinjani pun menjadi pengalaman magis. Langit penuh bintang, udara sejuk, dan gemericik air dari danau membuat banyak pendaki betah berlama-lama. Beberapa bahkan memanfaatkan momen ini untuk memotret milky way.
Petugas juga telah menyiapkan pos keamanan di beberapa titik jalur pendakian. Hal ini untuk memantau kondisi pendaki dan memberikan pertolongan cepat jika terjadi hal darurat.
Dinas Pariwisata NTB menyambut baik pembukaan kembali jalur ini. Mereka optimis Rinjani akan kembali menjadi ikon wisata alam unggulan yang menarik wisatawan lokal maupun mancanegara.
Menurut catatan BTNGR, dalam tiga hari pertama pembukaan, tercatat lebih dari 2.500 pendaki sudah mendaki Rinjani. Angka ini diperkirakan terus meningkat seiring datangnya musim libur panjang.
Dengan pemandangan yang megah dan jalur yang menantang, Gunung Rinjani tetap menjadi salah satu destinasi favorit para pendaki di Indonesia. Kehadirannya bukan hanya menjadi tantangan fisik, tetapi juga pengalaman spiritual yang mendalam.
Baca: Bulog Serap 9.000 Ton Jagung dari Petani Lokal Stabilkan Pasokan Pakan dan Harga