Fri. Aug 29th, 2025

Mataram, Mei 2025 – Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) resmi menjadi tuan rumah Indonesia Gastrodiplomacy Series (IGS) 2025 pada 8–11 Mei. Ajang diplomasi kuliner internasional ini menjadi panggung strategis untuk memperkenalkan potensi kuliner, budaya, pariwisata, dan investasi NTB kepada dunia.

Sebanyak 38 delegasi diplomat asing—termasuk duta besar beserta pasangan dari 27–28 negara—hadir untuk mengikuti rangkaian “Diplomatic Tour Goes to West Nusa Tenggara”. Mereka dipimpin oleh Staf Ahli Kemenlu, Dubes R. Heru Hartanto Subolo.

Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, menyambut para tamu istimewa ini di Bandara Internasional Lombok. Ia menyatakan bahwa IGS menjadi “kesempatan emas” untuk mengenalkan kekayaan kuliner NTB sekaligus membuka peluang investasi dan pariwisata internasional.

Dalam sambutannya, Dubes Heru menegaskan bahwa gastrodiplomacy mengedepankan kuliner sebagai pintu masuk diplomasi budaya dan kerja sama lintas sektor. IGS di NTB juga mendukung program nasional Indonesia Spice-up the World, sebagai bagian dari strategi diplomasi dan promosi ekonomi kreatif.

Selama empat hari di Lombok, para delegasi diajak mengeksplorasi situs ikonik seperti Museum dan Kota Tua Ampenan, berinteraksi dengan pelaku UMKM di NTB Mall dan Bank Syariah NTB, berkunjung ke Desa Wisata Hijau Bilebante untuk menikmati kuliner organik sambil belajar tentang inovasi lokal.

Romantisme alam juga disuguhkan melalui makan malam senja di Bilebante. Program ditutup di Sirkuit Mandalika, berkaitan dengan investasi pariwisata bersama ITDC, serta menyaksikan langsung event olahraga internasional Fanatec GT World Challenge Asia 2025.

Menurut laporan Harian Nusa, respons delegasi sangat positif. Asisten II Setda NTB, Lalu Mohammad Faozal, menyampaikan bahwa delegasi mulai menyadari potensi bidang budaya, kuliner, kelautan, pertanian, hingga ekonomi kreatif di NTB, bahkan sudah menjalin kontak kerja sama awal.

Liputan6 menyoroti bahwa IGS menggabungkan promosi kuliner dengan kolaborasi global melalui pendekatan diplomasi rasa. Program ini membuka peluang dialog dan kerja sama antarnegara melalui jalur gastronomi.

Media lokal seperti Mataram Radio menggambarkan NTB sebagai poros budaya dan ekonomi global. Lewat gastrodiplomacy, NTB menunjukkan kesiapan sebagai wilayah tujuan investasi, dan figur penting dalam diplomasi berbasis budaya.

Lombok Insider mencatat bahwa IGS menjadi platform ideal untuk menyinergikan pariwisata, budaya, kuliner, dan peluang ekonomi dalam satu rangkaian diplomasi konkret. NTB tampil kuat dengan gerakan pembangunan yang integral dan inklusif.

Secara keseluruhan, Indonesia Gastrodiplomacy Series 2025 di NTB bukan sekadar festival kuliner—melainkan momentum strategis yang memperkuat kiprah NTB di panggung diplomasi internasional. Acara ini mencerminkan kelanggengan nilai budaya, soft power, dan potensi ekonomi lokal yang siap bersinergi secara global.

Baca: Warga Wajib Kibarkan Bendera Merah Putih Sepanjang Agustus

By Torri