Mataram, Mei 2025 – Sebanyak 37 delegasi dari negara-negara sahabat menghadiri Indonesia GastroDiplomacy Series (IGS) 2025 di NTB sebagai tuan rumah—mereka memberikan pujian atas kekayaan kuliner, budaya, pariwisata, serta peluang investasi di daerah ini, kata Kadis Kominfotik NTB Yusron Hadi.
IGS 2025 berlangsung di kawasan Mandalika, Kuta Lombok Tengah, menghadirkan diplomat dari 27 negara. Tujuannya mempererat diplomasi melalui cita rasa lokal, kerajinan tradisional, pariwisata, dan peluang investasi di NTB.
Delegasi asing mengikuti jamuan kuliner di Bukit 360, Mandalika. Chef lokal menyajikan masakan otentik Lombok, seperti jamu tradisional. Aksi ini jadi ajang promosi budaya sekaligus diplomasi rasa yang menggugah indera.
Para diplomat melakukan kunjungan ke Kota Tua Ampenan, Museum NTB, dan Desa Wisata Bilebante. Mereka juga berinteraksi langsung dengan pelaku UMKM dan menanam pohon sebagai simbol komitmen keberlanjutan pariwisata ramah lingkungan.
Delegasi menyaksikan langsung sparring GT World Challenge Asia di Mandalika, menanam pohon, dan dilanjutkan dengan dialog investasi di NTB Mall dan Bank NTB Syariah. Pemprov NTB membuka peluang kolaborasi ekonomi dan pariwisata melalui presentasi potensi NTB.
Atase perdagangan dan beberapa dubes menyatakan ketertarikan investasi di sektor pariwisata, agrobisnis, maritim, dan UMKM setelah menyaksikan potensi NTB secara langsung. Ini menjadi sinyal positif terhadap peluang investasi asing.
IGS 2025 menunjukkan bahwa diplomat asing tidak hanya terpukau oleh kuliner lokal, tetapi juga kekayaan budaya, keramahan masyarakat, serta potensi ekonomi NTB sebagai jendela diplomasi Indonesia secara kreatif.
Gubernur NTB menyebut event ini sebagai “low cost, big impact”, karena minim biaya namun berdampak besar dalam membuka pintu investasi, memperkuat branding daerah, dan mempromosikan pesan inklusif budaya ke dunia internasional.
Melalui strategi gastrodiplomacy, NTB berhasil menempatkan kuliner dan budaya sebagai magnet investasi. IGS 2025 membuka potensi kerjasama multilateral yang lebih meluas, dari sektor pariwisata, UMKM, hingga teknologi dan pendidikan.
Secara keseluruhan, kunjungan delegasi internasional dalam agenda ini menegaskan bahwa NTB bukan hanya destinasi wisata alam, tetapi juga pusat diplomasi budaya dan investasi global—membuktikan NTB siap bermain di panggung dunia.
Baca: GT World Challenge Asia 2025 Digelar di Mandalika